SAMA WARNA, BEDA JURUSAN



Haiiiiii blogger.... Apo kabar??? *ehhh hehe itu bukan typo lho tapi sengaja pake bahasa Palembang, maklum belum pulang kampung 6 (delapan bulan)*. Ngomong-ngomong tentang kampung halaman, aku ada cerita pengalaman nih sewaktu aku masih SMA masih polos-polosnya. siapa tau pengalaman ku bisa lolos lomba blog dari BNI *ehh hehe*. Mau tau cerita nya? let's check it out

Dari aku SMP sampai kelas 3 (tiga SMA) aku selalu diantar jemput sama Bapak kalau mau berpergian kemanapun. Bisa di bilang juga aku adalah anak rumahan, sooo mau ke sekeloah diantar, mau ke tempat kursus diantar, mau kerumah temen diantar, mau pulang dari mana-mana juga dijemput, jadi kemana-mana diantar-jemput sama Bapak. Dan juga aku ga pernah keluar rumah selain ke sekolah atau ke tempat kursus. dipingit banget ga aku?? haha *dikira mau nikah di pingit?* . lebih tepatnya bukan di pingit sih, mungkin Bapak takut terjadi apa-apa dengan anak gadis yang cantik nan manis seperti kau wkwkkw *maaf ya narsis*. Bapak rela nunggu lama daripada anaknya yang nunggu Dia lama-lama. Dari itu juga aku sudah sangat terbiasa tidak kemana-mana, keluar rumah pun jadi agak males. Dan dampak negatif nya, aku jadi ga tahu jalan, nama jalan aja aku ga tahu di Palembang ada apa aja, sangking ga pernah jalan-jalan keluar. Aku juga ga bisa mengendarai motor, karena sudah terbiasa diantar jemput. Angkot yang aku tahu pun cuma berdasarkan sepengetahuan ku saja. oh ya cerita dikit. Kalo di Palembang ada angkot dan bus kota, lain halnya dengan di Malang (Tempat aku Kuliah) hanya ada angkot untuk transportasi umum dalam kota. Beda nya lagi kalo di Palembang beda jurusan beda warna, tapi kalo di Malang beda jurusan hanya beda kode nya saja (contoh: ADL, LDG, dll) warna angkotnya nya sama biru semua, ada sih yang beda, tapi itu sudah tidak masuk Malang lagi ( seperngetahuan saya loh ya, soalnya hanya ada warna pink dan biru). Kalo di Palembang, kita bisa milih mau naik bus yang ramai atau angkot yang jumlah penumpang nya lebih sedikit, jurusan nya sih sama warna nya juga sama ( misal jurusan bukit besar yaitu biru, jadi warna angkot juga biru, bus kota juga biru), tapi yang membedakan angkot dan bus adalah jarak jangkauan nya, kalau bus kota lebih jauh jarak jangkauannya dibandingkan angkot. Tiap jurusan beda warna blogger, jadi kalo orang nanya mau nnaik apa untuk jurusan itu yah sebut aja warnanya. Warna angkotnya ada yang kuning, merah, biru, dan abu-abu (itu sih yang aku inget hehe).

Nah suatu ketika diriku ini sok-sokan untuk tidak minta jemput sama Bapak, karena waktu itu ada les tambahan dari sekolah, jadi maunya diriku ini langsung ke tempat les jika sudah selesai les tambahan. Untuk daerah bukit besar (nama daerah SMA ku) hanya ada satu jenis angkot yang beroperasi yaitu yang berwarna biru. Aku yaaa hapal, orang tiap hari lewat sana hehe. Okeeee diriku tiba di tempat kursus. Sebenarnya tidak ada jadwal les waktu itu, cumaaa karena aku anak rajin dan baik hati dan tidak sombong *ehhh wwkwk*, aku mau les tambahan di tempat les (istilahnnya sih konsultasi dengan pengajar). Dulu aku mau konsultasi pelajaran Fisika, uhhh diriku sangat ingat sekali saudar-saudaraaa. Kebetulan pengajar Fisika di tempat les saya itu lagi kosong!. Tapi tak apaaaaa, diriku ini pantang menyerah hahah, Ada cabang terdekat di daerah itu juga. Kebetulan aku tanya dengan mbak-mbak receptionist nya bahwa dimana yang ada pegajar Fisika yang lagi stand by, ya benar aja ada di cabang terdekat itu. Dengan tanpa rasa lelah diriku ini mencari pengajar itu. Jarak dari temapt les aku ke cabang les itu sebenarnya dekat kalo naik angkot, tapi lumayan capek kayaknya kalo jalan kaki, ditambah aku bawa barang bawaan di tas banyak pluuus bawa tentengan di tangan (buku koding/pedoman yang bisa dijadikan bantal, ganjala pintu). Jadi kau memutuskan untuk naik angkot sajalah.

Bermodal kan pengetahuan selama 18 Tahun di Palembag hehe, aku memilih angkot warna merah. Aku menunggu dan mennunggu cukup lama akhirnya angkotpun tiba. Tanpa pikir panjang dan sudah capek menunggu aku langsung saja naik angkot tersebut tanpa menyebutkan tujuanku kemana (soalnya aku yakin bener naik angkot). Tidak terlalu ramai sih didalam angkot, yaah sekitar 5 orang lah dan aku duduk di belakang supirnya. Angkotnya sih antara penumpang dari supir ga ada kacanya jadi kita bisa ngobrol dan bisa lihat supirya. Angkotpun jalan mengangkut penumpang ke tujuan sesuai jalur jurusan (mungkin haha, soalnya da angkot yang suka jalan pintas, kadang jadi ga terlewati yang seharusnya di lewati). Angkotnya jalan luruuuuuus, sampai pada belokan pertama (jalur ke tempat tujuan ku) kok mamang supirnya ga belok yaaa. " Ahh paling dia lewat belokan kedua, sapa tau nanti muter balik lagi". nah aku masih santaaai aja menikmati perjalanan tapi tetep lihat-lihat jalan sapa tau kelewatan wkwkwk. Sampai pada belokan kedua, kok mamang nya masih luruuus ya, dan aku masih berpikiran " alaaaah paling mamang ya nganter penumpang lain dulu, paling muter balik lagi kan ya" aku masih belom beranni untuk nanya supirnya haha gengsi sih, tapiiiii mamang supirnya makin lurus, makin lajuu, sampai aku ga tau lagi itu jalan apa, aku dimana pun ga tau itu. Sampai pada akhirnya aku memberanikan diri untuk nanya karena sudah mulai cemassss, "Mang ini kagek ke Kedaung dak?" (read: Mang ini nanti ke Kedaung lagi ga?) 
"Naaaaah idak lah dek, mamang ngopi, lagipulo kau tu salah naik angkot!" (read: naaah ga dek, mamang mau ngopi, lagipula kamu salah naik angkot!") jawab mamag angkotnya.

"Haduh yasudah mang terima kasih" jawab ku. dengan perasaan sedih, kecewa, mau nangis saat itu juga. Gimana ga nangis, aku ga tau itu daerah apa, bawa duit paspasan (cukup untuk jajan sekolah), ga bawa HP dan pada saat itu huujan! bayangkan gimana persaan anak gadis saat itu, dan aku bisa apaaaaaaa???? lagi pula salah diriku yang ga nanya dulu bener ga naik angkot itu sebelum naik ke supirnya. Aku bisa meneteskan air mata, sesekali mengusapnya agar tak terlihat orang. Aku berteduh di salah satu rumah makan, berharap ada orang yang peka dan baik hati menawarkan HP utuk aku pinjem dan menanyakan aku kenapa. Aku hanya bisa diem, orang mah pada ngelihatin aja, heran akuuu. Tidak mau terlalu lama disana karena aku juga masih mau tetep konsultasi (padahal sudah jam 5 sore) aku tanya dah sama mbak-mbak yang kelihatannya baik hati dan aku juga ga mau terulang lagi kesalahan yang pertama tadi karena sok-sokan tahu dan ga mau nanya dulu sebelum naik padahal memang aku ga tau jalan sebenernya. 
"Yuk (mbak dalam bahasa Palembang), kalo nak ke arah kedaung naik apo yuk ye?" (read: yuk, kalo mau ke arah kedaung naik apa yuk ye?" tanyaku.
"Ya Allah dek jauuuh nian itu, kesasar kau ye?" (read: Ya Allah dek, jauuuuh banget itu, kesasar kamu ya?"  jawab mbaknya.
"iya yuk" jawabku
"Nahh, yasudah kau naik lah lagi angkot yang tadi kau naiki, tapi yang arah sano, yang yang arah sano (sambil tangannnya nunjuk-nunjuk)" (read: naahh, yasudah kamu naik lagi angkot yang tadi kamu naik awal tadi, tapi yang arah sana, jagan yang arah sana") jawab mbaknya.
" Ada duit ga tapi?" lanjutnya.
" heheh, dak ado yuuk :(((" (read: ga ada yuk) jawab ku
"Oiiii, ksian nian kau ni ye, demi les tapi kau nin, bolehlah salut aku, nah ambek (sambil memberi uang)" (read: kasian banget dirimu dek, demi les tapi kamu ni ya? salaut aku sama kamu, naaah ambil duit ini) jawab mbaknya

Akhirnya aku nyebrang dan naik bus yang seperti angkot aku naikin awal tadi soalnya lama yang angkot. Antar aku pegen nangis, ketawa, kepikiran penagajar fisika campur aduk, jadi di selama dalam bus aku hanya diam, dan mikir sampai ga aku ke tempat tujuan ku ini. Apa yang terjadi lagi blogger??? aku kesasar lagi, Ya Allah, ada dosa apa dan salah apa diriku ini :(((, jalurnya kok beda dari yang pertama angkot lewati tadi. Akhirnya aku putuskan untuk pulang kerumah naik bus kota yang warna biru. Haduk bus dan angkot yang aku tau cuma biru ternyataaaa :((. Aku pulang karena sudah jam 6 sore. Tempat les tutup jam 6, jadi percuma kalau aku sampe sudah tutup hiiiiks :"(((. Kecewa yang paling kau rasakan saat itu, kecewa ga jadi belajar fisika. Kesal?? ga juga sih, karena salah diriku sendiri yang ga tau jalan dan ga mau nanya sebelumya. Mungkin ini akibat aku jarang keluar rumah juga ya ahhaha, mboh weeees (ga urus sudaaah). Pokoknya aku sampai rumah. Tiba rumah aku ceritakan ke keluarga ku, dan aku hanya di tertawakan, diejek, di bodoh-bodohin. Yaaa mau digimanakan lagi?? orang emang salah aku.

Kejadian ini kurang lebih sudah terjadi 4 tahun yang lewat. Tahun 2012 aku memilih merantau ke Malang, mencoba keluar dan mandiri. Tapiiii sama ja aku di Malang jarang keluar dan ga kemana-mana jadi ga tau jalan juga ahahha, jadi kalu pas di jala sering kesasar juga, padahal sudah 2-3 tahun di Malang.

Sekian cerota pengalama diriku, semoga menjadi pelajaran buat kita semua, dan jangan sampe anak ku juga sama seperti aku ahahha, aamiin

 Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan #AskBNI #Beranitanya #tanyagamahal #daripadakesasar

Komentar